JEPARA PUNYA

Sunday, 12 January 2014

Tips and Trics Macro Photography

Macro Photography atau fotografi makro adalah foto
yang diambil dengan jarak sangat dekat untuk
mendapatkan detail yang tinggi pada sebuah objek
berukuran kecil seperti serangga, tetesan embun,
susunan pensil kayu dan lain-lain. Foto makro biasanya
memiliki rasio 1:1 dimana gambar yang dihasilkan sama
ukurannya dengan benda aslinya.
Fotografi macro saat ini sedang digemari karena mampu
menunjukkan sisi lain dari objek yang ada disekitar
kita, terutama foto makro yang bertemakan serangga.
Foto-foto tersebut selain indah dan unik, juga memiliki
nilai ekonomis yang cukup tinggi. Beberapa diantaranya
malah digunakan aktivis lingkungan hidup untuk
kampanye pelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan ini, sesuai dengan motto saya
“learn, share and friendship” maka saya akan
menuliskan beberapa tips dan trik fotografi makro yang
biasa saya lakukan sebagai photografer makro,
sehingga bisa menjadi panduan bagi pembaca untuk
menciptakan sebuah karya yang bagus dan bernilai seni
tinggi.
Tips Fotografi Makro
Tips dan Trik Fotografi Makro
Gunakan Lensa Makro.
Untuk fotografi makro, menggunakan lensa makro
adalah pilihan yang paling tepat, karena lensa makro
biasanya memiliki pembesaran 1:1 bahkan lebih. Selain
lensa makro, alternatif lain yang dapat digunakan
dalam fotografi makro adalah extension tube, reverse
ring atau filter close up. Baca juga Alternatif Murah
Dalam Fotografi Makro .
Perhatikan pengaturan kamera .
Setting kamera dengan format RAW (ini berguna
saat proses editing nanti, karena kita bisa
melakukan koreksi warna pada foto).
Setting Aperture sebaiknya antara F7,1 sampai
F11 (tergantung situasi).
Setting Shutter Speed sebaiknya antara 1/80s ec
sampai 1/160 sec tergantung situasi.
Setting ISO tidak dianjurkan menggunakan ISO
tinggi akan menimbulkan noise dan grain pada
foto, sebaiknya setting ISO antara 100 sampai
400.
Setting Picture Style pada Neutral .
Setting White Balance (WB) pada Celvin 4200
sampai dengan 4800.
Gunakan Manual Focus .
Dengan menggunakan manual focus , saya mendapatkan
fokus yang lebih akurat dibanding menggunakan auto
focus . Beberapa jenis lensa mengandalkan bunyi beep
saat focusnya tepat, namun ada juga jenis lensa
tertentu seperti lensa Mpe 65 yang tidak ada bunyi beep
dan benar-benar mengandalkan mata kita, untuk
menemukan fokus yang tepat, lensa ini digunakan
dengan cara memajumundurkan lensa didekat objek.
Penggunaan manual focus ini juga mempermudah saya
dalam bermain komposisi foto.
Pastikan kamera tidak goyang (shake ).
DoF yang sempit pada foto makro berdampak pada
susahnya melakukan fokus pada objek. Sedikit
guncangan saja, maka fokus akan meleset. Untuk
mengatasi ini, pastikan sebelum memotret sudah tidur
yang cukup pada malam harinya dan usahakan sarapan
pagi sebelum turun hunting . Atur posisi tubuh seperti
seorang penembak jitu , kemudian atur pernapasan
setenang mungkin. Apabila masih dirasa tremor
(gemetar), gunakan alat bantu berupa tripod atau
monopod . Bisa juga dengan menggunakan speed diatas
1/125 sec .
Perhatikan waktu pemotretan.
Untuk foto natural, waktu yang tepat untuk
pemotretan adalah pada saat matahari bersinar lembut
sekitar jam enam sampai jam sembilan pagi dan sore
hari sekitar jam empat sampai jam enam sore. Pada
waktu-waktu tersebut, serangga masih kurang aktif
karena masih berselimutkan butiran embun pagi atau
sedang makan. Sementara untuk foto ekstrim, tidak
ada batasan waktu, karena kita menggunakan alat
bantu berupa flash dan peredam cahaya.
Perhatikan arah cahaya.
Saya biasa memanfaatkan cahaya alam yang berlawanan
dengan kamera ( Backlight ) karena akan membuat foto
yang dihasilkan menjadi lebih indah dan berdimensi.
Untuk mendapatkan backlight ini, sebaiknya dilakukan
ketika matahari sedang bersinar lembut (softlight)
sekitar jam lima sampai jam enam pagi atau sekitar jam
lima sore. Yang perlu diperhatikan, lensa jangan
berhadapan langsung dengan matahari karena bisa
menjadi siluet.
Gunakan bantuan cahaya hanya bila diperlukan saja.
Penggunaan bantuan cahaya atau cahaya artifisial
seperti Flash/Speedlite/Reflector dan lain-lain
diperlukan pada saat cuaca agak gelap (low light)
terutama untuk fotografi makro yang meng-close-up
objek dengan pembesaran yang ekstrim (diatas 1:1).
Pada foto seperti itu cahaya yang natural kurang
mendukung. Terutama saat jarak potret antara lensa
ke objek sudah sangat dekat, karena exsposure-nya
akan semakin berkurang dan rentan terhadap noise.
Penggunaan cahaya bantuan ini mampu membuat detil-
detil pada objek terekam dengan prima, bahkan dalam
kondisi gelap atau tanpa cahaya sekalipun (malam hari),
sehingga tidak membatasi kita untuk memotret kapan
saja dan dimana saja. Untuk meredam apabila terjadi
kelebihan cahaya (over exposure) maka penggunaan
flash ini harus dipadukan dengan diffuser. Untuk objek
berukuran cukup besar seperti Robberfly Bulu Emas,
tidak perlu menggunakan flash, cukup mengandalkan
cahaya alam atau cahaya yang natural saja.
Dekati objek step by step.
Jika bertemu objek foto berupa serangga, jangan
mendekat dengan tergesa-gesa. Ini akan membuat
objek foto yang kita tuju menjadi tidak tenang dan
liar. Mendekatlah selangkah demi selangkah dan
usahakan tidak membuat gerakan yang tidak perlu agar
objek merasa aman dan tidak menganggap kehadiran
kita sebagai ancaman.
Hindari Penggunaan Parfum.
Saat memotret serangga, usahakan untuk tidak
menggunakan parfum atau wewangian yang berlebihan
apalagi yang berbau menyengat. Serangga tidak
menyukainya.
Berpikir dan Bertindak Cepat .
Begitu bertemu dengan objek foto, segera atur
metering , kemudian pikirkan komposisi foto yang tepat
sebelum mendekati objek. Hal ini berguna untuk
meminimalisir proses cropping yang berlebihan pada foto
dan meminimalisir kehilangan moment apabila objek yang
dituju cepat berpindah tempat.
Perhatikan Angle.
Pastikan Angle (sudut bidik) sejajar dan tegak lurus
dengan objek untuk mendapatkan fokus dan ketajaman
yang merata, sepanjang apapun objeknya.
Jangan Merusak Habitat Serangga.
Hal penting yang harus dilakukan dalam seluruh
rangkaian pemotretan adalah jangan merusak habitat
serangga. Melangkahlah dengan hati-hati saat
mendekati objek agar tumbuhan yang ada disana tidak
patah atau rusak karena pergerakan kita. Habitat yang
terjaga membuat serangga tetap betah tinggal disana
dan kita pun dapat berkunjung untuk melakukan
pemotretan kembali. Tentunya sangat disayangkan
apabila kita telah menghasilkan beberapa foto yang
bagus dalam satu kesempatan, namun dalam kesempatan
berikutnya kita tidak lagi menemukan tempat-tempat
bertengger yang eksotis di habitat serangga-serangga
tersebut.
Perhatikan Post Processing (pengolahan foto).
Pengolahan foto dilakukan untuk mengoreksi hasil foto
agar tampilannya menjadi lebih menarik. Pengolahan
paling mendasar pada foto makro meliputi pengaturan
keterangan (Brightness), kontras (Contrast), saturasi
warna (Saturation), mereduksi noise dan mempertajam
(Sharpness). Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan
pada tahap ini adalah :
Gunakan foto yang komposisi, fokus dan
backgroud -nya sudah bagus sejak masih di
kamera.
Lakukan pengaturan brightness, contras, level,
dan lain-lain yang dianggap perlu sesuai selera
masing-masing. Namun usahakan agar hasilnya
tidak berbeda terlalu jauh dari warna aslinya.
Lakukan clone stamp untuk merapikan background
yang dirasa mengganggu.
Jika memang benar-benar diperlukan, lakukan
cropping foto seminimal mungkin.
Jika foto terlihat noise dan berbintik-bintik
(grain ), lakukan reduksi noise dan penajaman
secukupnya.
Untuk foto natural, olah digital (digital imaging)
yang berlebihan sangat tidak direkomendasikan.
Demikian tips dan tricks yang biasa saya lakukan
sebagai Photografer Macro. Semoga apa yang saya bagi
dalam kesempatan ini, dapat bermanfaat dan menambah
wawasan pembaca.
Artikel Tips and Trics Macro Photography atau
Fotografi Makro ini dikirim oleh seorang fotografer
ternama yang bernama Shikhei Goh yang sudah
membawa nama Indonesia memenangkan beberapa ajang
lomba fotografi bertaraf internasional. Anda bisa
mengikuti fans page beliau di sini facebook.com/pages/
Shikhei-Goh/335629759852057 . Follow @tipsmemotret
dan ikuti facebook tipsmemotret untuk mendapatkan
tips fotografi selanjutnya. Selamat belajar fotografi !

No comments:

Post a Comment